Tips Mengenal Diri Part V Terbaru 2018
Quantum Learning[i]
Oleh: Ronald, Eeng
& Zainal[ii]
Quantum learning secara sederhana
adalah cara belajar yang efektif bagi setiap orang dalam proses pencapaian pembelajaran
untuk menguatkan dan pengembangan pengetahuan. Setiap orang memiliki gaya
belajar yang berbeda, mulai dari gaya belajar dengan menggunakan visual (penglihatan), audio (pendengaran), kinestetik (tindakan).
Orang yang visual akan mudah mengerti ketika melihat gambar, tulisan, grafik,
bahasa tubuh dan hal-hal yang berkneaan dengan penglihatan. Kemudian
kecenderungan gaya belajar audio adalah dengan cara mendengar. Pendengaran tipe
audio sangat sensitif terhadap suara sehingga mereka akan mudah terganggu
ketika mendengar sura yang menggangu konsentrasi orang yg bertipe audio
tersebut. Kemudian kinestetik akan mudah
memahami ketika ia telah mencoba sesuatu.
Tipe-tipe
belajar yang berbeda ini tidak bisa dipaksakan kepada semua orang karena
kecenderungan gaya ketiga tipe ini bertolak belakang. Hal ini dapat dilihat
ketika seorang audi tidak akan konsentrasi ketika mendengar musik atau
suara-suara ketika membaca dan orang visual lebih nyaman ketika membaca sambil
mendengar musik. Kecenderungan ini jelas tidak bisa dipaksakan karena timbul
secara alamiah. Kemudian contoh dari kinestetik adalah mencoba memahami sesuatu
dengan mencoba langsung dengan apa yang mereka pahami.
Gaya belajar
juga dipengaruhi oleh kecenderungan dominasi otak kiri dan otak kanan.
Kecenderungan otak kiri ialah sistematis, rasionalitas, logika, dan butuh
ketenangan dan hal-hal yang berkaitang dengan keseriusan. Kemudian
kecenderungan otak kanan ialah menyukai musik, humoris, responsif, melankolis,
dan hal-hal yang berbau kesenangan. Dua kecenderungan ini berbeda namun
memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling mengisi antara satu dengan yang
lain. Kekurangan dari otak kiri adalah mudah terjerumus dalam pemikiran yang
panjang, dan kurang imajinatif. Dan otak kanan adalah penyeimbang dari proses
pemikiran yang panjang tadi dengan ide-ide dan refleksi yang kreatif. Hal ini membuktikan
bahwa tidak ada yang lebih baik dari keduanya hanya saling mengisi. Namun
alangkah lebih baiknya otak kiri dan otak kanan tersebut seimbang. Dan
keseimbangan ini akan melahirkan sebuah gaya belajar yang baru yang bisa
menjawab dari kekurangan masing-masing.
Comments
Post a Comment